Tujuan yang tidak ada, maka akan berdampak pula

Tujuan
pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi anak didik yang beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berpengetahuan, mandiri, jujur,
kreatif, inovatif, cakap, dan menjadi warga negara yang demokratif, bertanggung
jawab dan mampu bersaing di dunian internasional. Tujuan pemerintah indonesia
adalah menjadikan seluruh masyarakat indonesia untuk cerdas, baik kecerdasan
intelektual maupun kecerdasaan emosi. Maka oleh karena itu  pemerintah telah memberikan kesempatan yang
luas dan fasilitas bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan. Guru merupakan
faktor terpenting bagi siswa untuk mewujudkan cita-citayang ingin diperoleh.
Dalam tugasnya mengajar guru sering dihadapkan pada berbagai permasalahan yaitu
harus mengajarkan dan mendidik individu yang berbeda. Baik perbedaan jenis
kelamin, minat, bakat, latar belakang keluarga,dan lain-lainnya.

Salah
satu tujuan siswa bersekolah untuk memperoleh prestasi yang bagus sehingga bisa
mewujudkan cita-citanya. Penyelenggaran sekolah ada melalui dua jalur yaitu,
jalur formal dan informal. Jalur formal merupakan jalur pendidikan yang
diselenggarakan disekolah dengan kegiatan belajar-mengajar berdasarkan
kurikulum dan diadakan secara berkesinambungan hingga selesai pendidikan. Jalur
informal merupakan pendidikan yang diselenggarakan diluar sekolah melalui
kegiatan belajar-mengajar yang tidak harus berjenjang dan berkesinambungan.

Keberhasilan
pendidikan sangat tergantung dari baiknya pendidikan dari kelurga, sekolah, dan
lingkungan masyarakat. Apabila ketiga komponen ini berjalan dengan baik maka
pendidikan pun akan berhasil. Sedangkan apabila salah satu dari komponen ini
ada yang tidak ada, maka akan berdampak pula dalam pendidikan. Lingkungan
Masyarakat merupakan pendidikan yang dipeoleh seorang anak diluar rumah, yang
mana lingkungan masyarakat ini sangat berpengaruh terhadap prestasi si anak.
Pemerintah menyediakan tempat untuk dapat belajar yaitu sekolah. Sekolah
menampung siswa-siswa dari berbagai macam latar belakang keluarga  atau sosial ekonomi yang berbeda. Bahar dalam
Yerikho (2007), menyatakan bahwa: pada umumnya anak yang berasal dari keluarga
menengah kaeatas lebih banyak mendapatkan pengarahan dan bimbingan yang baik
dari orang tua mereka. Anak-anak yang berlatar belakang ekonomi rendah, kurang
dapat mendapat bimbingan dan pengarahan yang cukup dari orang tua mereka,
karena orang tua lebih memusatkan perhatiannya pada bagaimana untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari.

            Keluarga merupakan lembaga
pendidikan pertama yang diperoleh oleh setiap anak. Pendidikan keluarga yang
baik akan membawa pengaruh yang baik karna pendidkan pertama yang diperoleh
oleh seorang anak akan lebih melekat dalam diri seorang anak. Keluarga
bertanggung jawab dalam memberikan ekonomi/dana kepada seorang anak. Keluarga
yang berstatus sosial ekonomi tinggi akan mudah dalam memfasilitasi anak dalam
belajar, sehingga anak akan dengan mudah mendapat fasilitas dan tidak ada
hambatan dalam proses belajar nya. Sedangkan anak yang latar belakang dari
keluarga yang status sosial ekonomi rendah akan mengalami hambatan dalam
mendapatkan fasilitas belajarnya.

 

1.2
Rumusan Masalah

            Dari
latar belakang uraian latar belakang, maka rumusan masalahnya adalah :

1.      Apa
definisi belajar, keluarga dan ekonomi?

2.      Apa
saja faktor kesulitan anak dalam belajar?

3.      Bagaimana
ekonomi dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa?

 

1.1  Tujuan

Tujuan yang hendak dicapai dalam makalah
ini adalah :

1.      Untuk
mengetahui apa itu belajar, keluarga dan ekonomi

2.      Untuk
mengetahui faktor kesulitan anak dalam belajar

3.      Untuk
mengetahui pengaruh ekonomi terhadap prestasi belajar siswa

 

 

 

 

 

 

BAB II

RINGKASAN

 

            2.1 
ISU-ISU POKOK

1.      Keadaan
sosial ekonomi keluarga sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
Dikarenakan kebutuhan-kebutuhan yang harus dimiliki oleh anak. Kebutuhan yang
harus terpenuhi seperti makanan, pakaian, buku pelajaran, dan lain-lain. Semua
kebutuhan tersebut hanya dapat tepenuhi jika keluarga  mempunyai cukup uang untuk memenuhi nya.

2.      Menurut
salah satu penelitian yang ada pada jurnal menyatakan bahwa Status sosial
ekonomi orang tua memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi
belajar, dengan nilai signifikansi, sehingga hipotesis yang menyatakan “Ada
pengaruh positif dan signifikan status sosial ekonomi orang tua terhadap
prestasi belajar siswa 

3.      Kehidupan
sosial ekonomi keluarga yang layak akan tercipta suasana yang baik, nyaman,
aman dan damai dan boleh dikatakan makmur, dimungkinan akan membawa dampak
dalam proses belajar bagi anak-anak dalam satu keluarga berjalan baik.

 

2.2 PEMBAHASAN

2.2.1
Pengertian Belajar, Keluarga dan Ekonomi

1.
Pengertian Belajar

 Slameto (2003;2) menyatakan bahwa ” belajar
sebagai suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu
perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman
individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.  Nana Sudjana (1989:5) mengemukakan pandangan
lain tentang belajar yaitu suatu proses yang ditandai dengan adanya perubahan
pada diri seorang. Perubahan yang dihasilkan sesudah belajar dapat melalui
berbagai bentuk perilaku.contonya seperti gaya berbicara, sopan santun, dan
penampilannya.

Jadi
dapat disimpulkan Belajar merupakan kegiatan yang penting dalam kegiatan
manusia, karena belajar terwujud perubahan tingkah laku, sikap pengetahuan dan
keterampilan sehingga maju mundurnya pribadi manusia dapat dinilai dan kegiatan
ada tidaknya orang tersebut berproses dalam kegiatan belajar yang baik yaitu
perubahan ke arah yang lebih positif. Dan tujuan belajar yang lebih penting
adalah untuk meningkatkan keimanan kepada Tuhan YME dan meningkatkan kecerdasan
pengetahuan sehingga menciptakan perilaku yang lebih positif.

2.
pengertian Keluarga

Menurut Duvall
dan Logan (1986): Keluarga adalah sekumpulan orang
dengan ikatan perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk
menciptakan, mempertahankan budaya, dan meningkatkanperkembangan fisik, mental
emosional, serta sosial dari tiap anggota keluarga. Menurut Narwoko dan Suyanto: Keluarga adalah lembaga sosial dasar
dari mana semua lembaga atau pranata sosial lainnya berkembang. Di masyarakat
mana pun di dunia, keluarga merupakan kebutuhan manusia yang universal dan
menjadi pusat terpenting dari kegiatan dalam kehidupan individu.

Jadi Keluarga adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang memeliki
tujuan untuk mempertahankan dan meningkatkan perkembangan fisik dan mental.

3.      Pengertian
sosioekonomi

Ekonomi merupakan usaha memanfaatkan
segala sumber daya untuk memproduksi komoditas tertentu, sedangkan pendidikan
sebagai upaya untuk mencerdaskan manusia melalui pengembangan pengetahuan,
sikap dan ketrampilan.(Dadang Suhardan, 2012:4-5).

Status sosioekonomi adalah pengelompokan
orang-orang berdasarkan kesamaan karakteristik pekerjaan,pendidikan,dan
ekonomi.status ekonomi menunjukan ketidaksetaraan tertentu secara umum anggota
masyarakat memiliki.  pekerjaan yang
bervariasi prestisenya dan beberapa individu memilik akses yang lebih besar
terhadap pekeerjaan bersatatus lebih tinggi disbanding orang lain.

 

2.2.2  Faktor Kesulitan Dalam Belajar

Secara harfiah kesulitan belajar
merupakan terjemahan dari Bahasa Inggris “Learning Disability” yang
berarti ketidakmampuan belajar. Kata lain dari learning disability adalah learning difficulties dan learning differences. Ketiga istilah
tersebut memiliki nuansa pengertian yang berbeda. Di satu pihak, penggunaan
istilah learning differences lebih bernada positif, namun di pihak lain
istilah learning disabilities lebih menggambarkan kondisi faktualnya.
Untuk menghindari bias dan perbedaan rujukan, maka digunakan istilah Kesulitan
Belajar. Kesulitan belajar adalah ketidakmampuan belajar , istilah kata
yakni disfungsi otak minimal ada yang lain lagi istilahnya yakni gannguan
neurologist.